Upacara HUT ke 36 Kota Bitung, Kapolres Arie Bawa Simbol Kekayaan Budaya

DEADLINESULUT.COM, BITUNG – Tampil dalam balutan busana adat, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho SIK MH hadir di upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 36 Kota Bitung, di lapangan upacara kantor Walikota Bitung, Sabtu (10/10/2026) kemarin.

Mantan Kapolres Kepulauan Talaud itu, didampingi istri tercinta yang juga Ketua Bhayangkari Cabang Bitung Hikma Arie Sulistyo.

Pasangan suami istri tersebut menggunakan pakaian adat khas Suku Bugis-Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kapolres Bitung memakai Jas Tutu’ / Bella Dada, atasan berupa jas lengan panjang berbahan satin/sutra tebal berwarna hijau tua dengan kerah tertutup dan kancing emas.

Mamakai Songkok Recca / Songkok Pamekkang, penutup kepala khas berbentuk peci bulat dengan anyaman serat tanaman (lontar) yang dipadukan dengan pinggiran benang berlapis emas.

Dan Lipa’ Sabbe atau Kain sarung tenun sutra khas Bugis-Makassar dengan motif kotak-kotak besar berwarna-warni yang dililitkan di pinggang sebagai bawahan celana panjang.

Sementara sang istri, pakai Baju Bodo, busana atasan berwarna fuchsia (merah muda terang) dengan potongan longgar segi empat khas.

Kemudian aksesoris Tradisional, dilengkapi dengan perhiasan khas seperti kalung bersusun emas (Banda’) di dada dan selempang kain manik-manik (Kandure) berwarna hijau.

Serta Lipa’ Sabbe sarung tenun sutra motif kotak-kotak sebagai bawahan yang senada dengan sarung yang dikenakan oleh pihak pria.

Kehadiran Kapolres Bitung di tengah-tengah upacara peringatan HUT ke 36 Kota Bitung, meneguhkan komitmen Polres Bitung untuk terus memperkuat sinergitas TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat demi menjaga keamanan, toleransi, serta keharmonisan di Kota Bitung.

Upacara bendera yang berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Kelurahan Bitung Barat dua, Kecamatan Maesa.

Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE bertindak sebagai pembina upacara dan komandan upacara Camat Lembeh Selatan Raples Paulus Masoara, SE.

Kehadiran Kapolres Bitung bersama Ibu dalam balutan pakaian adat menjadi simbol penghormatan terhadap kekayaan budaya sekaligus pesan penting bahwa perbedaan suku, latar belakang, dan asal daerah bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan.

Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama demi kemajuan Kota Bitung.

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho menyampaikan bahwa, momentum HUT Kota Bitung bukan sekadar perayaan bertambahnya usia daerah.

Tetapi juga kesempatan untuk mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Dengan mengenakan pakaian adat, kami ingin menunjukkan rasa hormat terhadap kekayaan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bitung. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, saling menghargai, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah ini,” kata Kapolres Bitung.

Ia menegaskan, terciptanya Kota Bitung yang aman dan damai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga tanpa membedakan latar belakang.

Usai upacara, Kapolres Bitung turut bersalaman dan berbaur bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Suasana penuh keakraban tersebut mencerminkan pentingnya komunikasi, solidaritas, dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keamanan dan kedamaian akan terwujud apabila kita saling mendukung, menjaga kerukunan, dan menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin serta mengedepankan dialog. Semangat Polisi Bersama Masyarakat harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Kapolres juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-36 Kota Bitung sebagai momentum untuk memperkuat gotong royong, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjaga lingkungan masing-masing agar tetap aman, tertib, serta harmonis.

“Mari kita rawat kebersamaan dan keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Bitung. Jangan biarkan perbedaan memecah persaudaraan. Dengan semangat toleransi, gotong royong, dan sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah serta masyarakat, kita dapat terus menjaga Bitung sebagai kota yang aman, damai, dan sejahtera bagi semua,” harapnya.

Melalui momentum HUT ke-36 ini, Polres Bitung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan yang humanis dan profesional, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

Polri Hadir untuk Masyarakat.

Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Bitung dalam Semangat Persatuan dan Keberagaman.(Rilis)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *